Minggu, 09 Desember 2012

Kurikulum Pendidikan Baru 2013

Sebentar lagi dunia pendidikan akan diperkenalkan dengan kurikulum baru yang katanya mampu mengubah masa depan bangsa ini. Namun seperti yang sudah-sudah, kegamangan dan keraguan meliputi pelaksanaan kurikulum terbaru. Apalagi seperti digembar-gemborkan kurikulum ini menitikberatkan pada aspek sain. Padahal kita tahu, selama ini yang dimaksud sain oleh dunia pendidikan kita secara mayoritas anakdiberi rurmus lalu disuruh mengerjakan soal sesuai rumus tersebut.Aspek inquiri maupun konstruktivisme jelas tidak ada. Anak didik seperti robot yang dibuat terprogram.
Bagi sebagian kalangan kurikulum ini masih menjadi tanda tanya, seberapa mampukah pendidikan kita mampu mencetak manusia-manusia yang punya nurani dan empati.Stigma bahwa kecerdasan hanya diwakili fisika dan matematika masih terasa kuat membelenggu pola pikir kurikulum ini. pada kita tahu bangsa ini bukan krisis matematika tetapi krisis moral.
Walaupun sering dikatakan kurikulum ini juga mengandung unsur karakter, tapi dunia pendidikan selama ini tidak menggarap dunia akhlak budi pekerti tingkah laku dengan serius. Akhlak diukur dengan soal tertulis.. Jelas kurang tepat karena kenyataannya meskipun pada soal tes anak menjawab membuang sampah pada tempatnya, tapi dalam prakteknya negeri kita berserakan sampah dimana-mana. Tampaknya perlu pendekatan dan proses pembelajaran yang lebih simpel daripada sok sain, sok ilmiah tapi hanya teoritis dan retorika.
Bolehlah kita bermimpi menjelajah ruang angkasa, tapi yang lebih penting adalah tindakan kita terhadap kamar maupun rumah kita. Tidak perlu muluk-muluk berpikir ke awang-awang tetapi lebih baik sederhana dan membumi, sesuai dengan perkembangan pola pikir anak didik kita.